“Buat apa tahu tips menabung? Aku juga sudah bahagia kok.”
Memang benar, kamu tidak bisa membeli kebahagiaan dengan uang. Namun jika hidup tanpa cadangan uang sama sekali, dijamin kamu tidak bisa menikmati hidup secara maksimal.
Makanya kamu harus bisa membiasakan diri untuk menabung. Kebanyakan impian di dunia ini memerlukan uang untuk bisa diwujudkan. Apa kamu ingin berwisata ke berbagai tempat? Ingin hidup nyaman di masa tua? Atau ingin mendidik anak hingga lulus sarjana? Semuanya membutuhkan uang.
Tanyakan dirimu: “Kenapa nabung?”
Sebelum menabung, kita harus bisa menanyakan beberapa pertanyaan pada diri kita. Mungkin agak berat, tapi refleksi ini bisa menjadi pondasi dari kebiasaan menabung yang kuat.
Apa yang ingin kamu capai dalam hidup ini? Apa yang membuat kamu tetap semangat bekerja walaupun sedang merasa malas? Apa atau siapa yang menjadi motivasi kamu?
Dari sini, bisa muncul berbagai macam jawaban. Dari jawaban itu, kamu bisa menetapkan tujuan keuangan. Jika kamu merasa goyah atau malas menabung, kamu pun bisa bertanya pada diri sendiri, “Kenapa aku harus nabung?”
Dan kamu akan teringat tujuan keuangan kamu kembali. Dari tujuan itu, kamu mengingat kembali apa motivasi kamu dalam hidup dan apa yang ingin kamu capai. Hal ini bisa kembali memotivasi kamu ketika lagi “malas menabung”.
Jadi apa tujuan kamu?
Berikut beberapa contoh dari impian dan tujuan keuangan yang kamu punyai:
- Ingin menikah. Menikah dengan seseorang yang kamu cintai menjadi satu langkah besar dalam hidup. Jika kamu ingin menikah, maka ada berbagai kepentingan finansial yang kamu harus persiapkan. Seperti misalnya membeli rumah, biaya untuk pesta pernikahan, dan lainnya.
- Mempunyai anak. Selain harus tahu cara mengatur keuangan rumah tangga, orangtua harus bisa memikirkan berbagai kebutuhan finansial anak. Biasanya orang yang ingin mempunyai anak menetapkan tujuan keuangan berupa dana kebutuhan anak (susu, pakaian bayi, dan lainnya) serta mempersiapkan dana pendidikan anak yang tidak murah.
- Keliling dunia. Bagi kamu yang masih belum mempunyai tanggung jawab, ini bisa menjadi salah satu kesenangan tersendiri dalam hidup. Menjelajahi dan melihat hal-hal baru memang bisa menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi jiwa-jiwa petualang. Namun, traveling juga bisa memakan uang yang tidak sedikit. Ada baiknya jika kita bisa merencanakan dan menabung untuk liburan murah.
- Memanjakan orangtua. Sebagai seorang anak, tentu kita ingin bisa membalas budi orangtua kita dengan memenuhi kebutuhan mereka. Kalau bisa malah, memanjakan mereka sehingga semua keinginan mereka bisa terpenuhi di masa tua.
- Masa tua yang nyaman. Ketika sudah tua, semua orang ingin berhenti kerja dan menikmati sisa hidup yang ada. Kebutuhan masa tua juga harus menjadi perhitungan kita. Apa kamu sudah mempunyai dana pensiun untuk dirimu saat sudah tidak berpenghasilan nanti?
- Mempunyai bisnis. Mungkin kamu tipe orang mendambakan punya bisnis sendiri. Tapi memulai bisnis pun membutuhkan modal dan harus pintar mengatur uang. Kamu bisa belajar mengatur finansial pribadi kamu dulu, sembari mengumpulkan modal yang dibutuhkan.
- Dan masih banyak lainnya!
Faktanya semua impian membutuhkan modal untuk bisa diwujudkan. Agar bisa rajin menabung, kita harus bisa menguatkan diri dengan berfokus pada tujuan hidup kita dan membuat tujuan keuangan yang mendukung tujuan tersebut.
Sudah punya tujuan? Oke, yuk lanjut ke 5 tips menabung berikut.
1. Tetapkan rencana menabung
Menetapkan tujuan keuangan itu mudah, menabungnya yang susah. Sama seperti resolusi Tahun Baru 2020 dimana kamu berjanji pada diri sendiri bahwa kamu akan punya six pack.
Janji itu palsu dan hanya omongan doang, jika tidak direncanakan dengan baik.
Dengan merencanakan, kamu bisa membuat target untuk dicapai. Hal ini bisa kamu lakukan untuk apapun jenis impian kamu. Rencanakan detail dan langkah-langkah yang kamu akan ambil. Bagi pemula yang baru mau membiasakan diri menabung, kamu bisa mengikuti langkah berikut:
- Cari tahu harga pasaran. Jika kamu ingin mengumpulkan dana pensiun, hitung berapa biaya hidup bulanan untuk bisa “hidup dengan nyaman”. Jika kamu ingin pergi ke suatu tempat, cari perkiraan harga tiket pesawat dan hotel. Jika kamu ingin menikah, cari tahu harga rumah atau tempat sewa gedung terdekat.
- Tetapkan deadline dan jangan lupa perhitungkan inflasi. Semisal kamu ingin membeli rumah 5 tahun lagi, maka kamu harus bisa memperhitungkan kenaikan biaya properti 5 tahun mendatang. Dengan begitu, kamu pun bisa mengimbangi kenaikan biaya perumahan yang ada.
- Setelah mendapat sebuah deadline dan harga, buat suatu komitmen untuk menyisihkan uang per bulannya. Misalkan kamu ingin membeli rumah di tahun 2024 dengan harga 800 juta (sudah dengan inflasi), uang muka yang perlu disiapkan adalah 40 juta (5%). Maka kamu harus bisa menabung 40 juta dalam waktu 4 tahun. Ini berarti kamu harus menabung 10 juta dalam setahun, yang artinya kamu harus menyisihkan sekitar 850 ribu per bulannya.
Dengan ini, kamu pun bisa mencapai tujuan keuangan kamu karena kamu merasa bisa “nyicil”. Jika menabung 40 juta terdengar mustahil, cobalah untuk menabung 850 ribu per bulannya. Dalam 4 tahun pun kamu sudah bisa mempunyai uang muka untuk rumah kamu kelak.
2. Stick to the budget
Ngomong ingin menabung itu jauh lebih mudah dibandingkan tindakan menabung itu sendiri. Jika diperhadapkan untuk memilih antara menabung 850 ribu atau nongkrong di kafe elit bersama teman, rasanya sulit untuk stick to the budget atau tetap mengikuti rencana tabungan.
Susah tapi tidak mustahil, asal kamu tahu tips menabung yang tepat!
Ikuti tips menabung berikut
Kamu harus pintar menipu diri sendiri untuk mempercayai bahwa menabung itu menyenangkan. Bagaimana caranya?
- Lakukan savings challenge. Sebagai generasi yang lahir di dunia sosial media, tentu kamu tidak lagi asing dengan challenge yang tersebar dimana-mana. Hal yang bisa kamu lakukan untuk terus memotivasi kamu menabung adalah membuat challenge untuk menabung setiap hari atau setiap bulannya. Ada banyak jenis savings challenge yang kamu lakukan. Misalnya, 50% savings challenge dimana kamu menabung 50% dari gaji kamu, atau 12 weeks travel savings challenge dimana kamu menabung selama 12 minggu dan setelah itu kamu menggunakan uang tersebut untuk pergi jalan-jalan. Tantang dirimu sendiri dan jangan lupa beri dirimu “hadiah kecil” setelah berhasil memenuhi tantangan tersebut.
- Kompetisi bersama orang di sekitar kamu. Mirip dengan savings challenge, kamu bisa melakukan kompetisi bersama orang terdekat kamu, entah itu keluarga atau teman terdekat. Tentunya kompetisi memberi motivasi, terutama bila mempunyai “hadiah” yang bisa diraih. Hadiahnya pun tidak perlu muluk-muluk, bisa sekedar yang kalah harus mentraktir yang menang satu gelas kopi Starbucks misalnya atau tiket nonton.
- Buat milestone beri dirimu hadiah. Misalnya target kamu adalah mempunyai 36 juta supaya bisa pergi jalan-jalan ke Eropa dalam waktu 3 tahun. Ini berarti kamu harus menabung 12 juta per tahun atau sekitar 1 juta per bulan. Nah, kamu bisa membuat milestone (target yang lebih kecil dengan deadline yang lebih dekat). Misalnya setiap berhasil menabung 6 juta, kamu boleh membeli baju atau sepatu yang kamu sukai (asal jangan terlalu mahal ya). Dengan begitu, kamu bisa terus memotivasi dirimu untuk terus menabung tanpa jenuh dan merasa bahwa menabung itu menyenangkan.
- Selalu ingatkan dirimu akan tujuan keuangan kamu. Saat kamu mulai merasa menabung itu menjenuhkan, kamu bisa keluar dari lajur atau kehilangan motivasi. Karena itu, penting adanya untuk selalu mengingat tujuan keuangan. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menulis tujuan kamu di wallpaper handphone, atau tulis dan taruh di dompet. Sehingga setiap kali kamu membuka handphone atau dompet, kamu teringat kembali. Kamu juga bisa menyediakan kalender yang menunjukkan deadline-deadline tujuan keuangan kamu.
3. Membatasi / mengurangi pengeluaran
Bagi kamu yang punya gaji mepet, kamu mungkin harus bisa menguasai tips menabung yang satu ini. Nyatanya bukan suatu hal yang mudah untuk mengurangi pengeluaran, tapi tidak mustahil dilakukan.
Ada dua kunci utama untuk mengurangi pengeluaran. Kunci pertama adalah untuk rajin menulis atau mencatat pengeluaran kamu. Kunci kedua adalah untuk bisa membedakan kebutuhan dan keinginan.
Mencatat pengeluaran
Mencatat pengeluaran dapat membuat kamu sadar akan seberapa besar pengeluaran kamu. Mungkin mengeluarkan 30 ribu setiap harinya untuk kopi tidak akan terasa. Namun jika mencatat dan melihat pengeluaran kamu yang sudah sebesar 600 ribu untuk kopi saja, mungkin kamu akan berpikir ulang saat ingin membeli kopi.
Bukan berarti kamu tidak boleh membeli kopi sama sekali lho ya. Sesekali boleh, misalnya seminggu 1-2 kali. Tapi jangan sampai membolongi dompet. Dengan mencatat keuangan, kamu bisa melihat berapa banyak yang sudah kamu keluarkan dan melihat duit kamu “bocor” kemana. Apa itu kopi? Belanja baju? Terlalu sering beli gadget?
Kebutuhan vs keinginan
Selanjutnya, bedakan kebutuhan dan keinginan. Keinginan bisa ditunda, atau bahkan digantikan dengan keinginan yang lebih besar (seperti tujuan keuangan kamu). Namun, kebutuhan tidak bisa dihilangkan, hanya bisa diatur atau dibatasi.
Apa artinya kamu wajib menghilangkan keinginan dan mengurangi semua kebutuhan? Tentu tidak, hidup akan terasa menderita dan kamu akan merasa lebih sengsara dan benci menabung. Yang perlu kamu lakukan adalah memilah kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan uang bagi keinginan (penguasaan diri), dan juga tahu kapan perlu mengurangi kebutuhan.
Tips menabung demi menekan pengeluaran
Berikut beberapa hal yang bisa mulai kamu lakukan:
- Kurangi frekuensi belanja secara bertahap. Usahakan untuk mengurangi belanja sedikit demi sedikit. Misalnya tadinya kamu membeli baju setiap minggu. Kurangi menjadi satu setiap dua minggu, lalu tiga, hingga akhirnya sebulan. Kamu masih boleh membeli baju, namun frekuensinya kamu kurangi.
- Kurangi jajan keluar. Tahukah kamu bahwa belanja makanan di luar jauh lebih mahal dibandingkan memasak sendiri? Jika kamu sempat, usahakan untuk masak dan bawa makanan dari rumah saja. Bawa juga tumbler (botol minuman) sendiri demi mengurangi jajan minuman yang manis-manis.
- Pakai peraturan 30 hari. Tips menabung yang satu ini cocok untuk kamu yang ingin beli sesuatu, tapi sedang mepet keuangannya. Tulis barang yang kamu inginkan dan harga barang tersebut. Jika dalam waktu 30 hari, kamu masih merasa butuh barang tersebut, maka kamu boleh membelinya.
- Matikan jika tidak pakai. Walaupun terkesan sepele, tetapi mengurangi biaya listrik dan air bisa membantumu menekan biaya tagihan bulanan lho.
- Beli barang di saat yang tepat. Saat yang paling pas untuk membeli barang adalah saat dimana mereka melakukan clearance sales atau diskon, biasanya di akhir tahun atau saat Lebaran. Kamu juga bisa berburu barang murah melalui belanja online di hari-hari belanja online nasional.
- Sistem amplop. Hal ini berguna bagi kalian yang lebih menyukai memakai uang tunai. Sistem amplop membuat kalian membagi uang berdasarkan kebutuhan, misalnya ada amplop khusus tagihan bulanan, ada amplop khusus makanan, ada amplop khusus transportasi, dan seterusnya. Kamu hanya bisa menggunakan uang yang ada di amplop tersebut untuk kepentingan spesifik tersebut. Jika kamu sudah mulai kehabisan uang untuk transportasi, ya kamu harus memutar otak untuk bisa menghemat sedemikian rupa. Selain itu, kamu juga bisa menaruh bon dan struk untuk memudahkan pencatatan.
Sekian tips menabung yang bisa kamu coba. Selain dari itu, kamu juga bisa mencari inspirasi dan tips/trik dari berbagai buku rekomendasi tentang personal finance.
4. Cari sumber pendapatan lainnya
Jika kamu mempunyai kebutuhan yang besar, gaji utama kamu mungkin tidak bisa menutupi. Terutama jika sudah mempunyai tanggungan keluarga. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah mencari cara lain untuk mendapatkan lebih banyak uang.
Zaman sudah serba modern dan dipermudah, peluang untuk mendapatkan pekerjaan sampingan pun berkelimpahan asal tahu cara menemukannya. Kamu pun bisa menemukan berbagai cara mendapatkan uang, bahkan dari internet!
Secara garis besarnya, ini beberapa ide untuk bisa mendapatkan pendapatan lain:
- Gunakan hobi kamu. Suka menulis? Fotografi? Kamu bisa jadi freelancer. Senang membuat kue? Atau bisa membaca tarot? Kamu bisa membuka bisnis sampingan. Hampir semua hobi bisa kamu jadikan sebagai sumber pendapatan tambahan. Buat bisnis sampingan dari hobi kamu. Jika kamu menikmati dan bisa mendapatkan uang dari hobi tersebut, kenapa tidak mencoba dulu?
- Tidak harus bisnis. Zaman sekarang, kamu tidak harus menyediakan produk itu sendiri. Kamu bisa sekedar menjadi reseller atau dropshipper yang hanya memasarkan produk yang ada.
- Jual barang-barang yang kamu tidak pakai. Punya baju bekas tapi masih bagus? Atau punya gitar tapi sudah jarang main? Mendingan dijual aja. Entah kamu bikin your own thrift shop atau titip di toko orang lain atau sekedar menjual di toko e-commerce yang sudah bertebaran dimana-mana, menjual barang yang sudah tidak dipakai tapi masih layak bisa menjadi salah satu cara mendapatkan uang.
- Investasikan uangmu. Jika kamu mempunyai uang, ada baiknya tidak hanya dibiarkan duduk begitu saja. Pilih jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu. Hal ini bisa membantu tabungan kamu agar tidak hilang dilahap oleh investasi. Namun, perlu diingat bahwa kamu juga harus berhati-hati ya menginvestasikan uang kamu dimana. Nyatanya tidak semua investasi untung atau bahkan balik modal lho!
Dan masih banyak lagi cara lainnya. Yang harus kamu lakukan adalah terus jeli melihat peluang untuk menghasilkan uang, dan juga menjadi kreatif dalam memasarkan produk atau jasa yang bisa kamu tawarkan.
5. Buat rencana cadangan
Banyak orang yang fokus kepada tujuan saja tanpa memperhitungkan risiko yang ada dalam hidup. Padahal siapapun bisa saja lho terkena risiko finansial.
Contohnya bila terjadi sebuah resesi dan adanya PHK massal, atau seorang anggota keluarga masuk rumah sakit, atau bahkan jika (amit-amit) mengalami kecelakaan. Seperti dalam film Up, risiko finansial lah yang menjadi penyebab kenapa Carl dan Ellie susah menabung untuk pergi jalan-jalan.
Entah itu ban bocor, renovasi rumah, atau tangan yang patah, risiko finansial selalu ada. Hal yang kita bisa lakukan adalah mengantisipasinya. Bagaimana caranya? Ada dua hal yang bisa kamu lakukan.
Pertama, kamu bisa menyiapkan dana darurat. Dana darurat dipakai khusus dalam keadaan darurat, seperti kebakaran atau dipecat. Idealnya dana darurat terdiri dari 3-6 kali pengeluaran bulanan kamu. Untuk yang berkeluarga, ada baiknya mempunyai dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulanan kamu.
Kedua, kamu bisa berlangganan asuransi. Fungsi asuransi adalah memberimu perlindungan finansial jika sebuah risiko yang ditanggungkan terjadi. Kamu hanya perlu membayarkan sejumlah premi per bulannya dan jika risiko yang ditanggungkan terjadi, kamu akan mendapatkan uang kamu kembali atau bahkan lebih dari yang kamu bayarkan ke pihak perusahaan asuransi.
Dana darurat dan asuransi bisa dan seharusnya berjalan berdampingan. Mungkin untuk keadaan seperti dipecat, kamu bisa pulih kembali setelah 1-2 bulan mencari pekerjaan, sehingga dana darurat akan cukup. Namun jika kamu mengalami sakit yang cukup parah yang menguras uang, dana darurat belum tentu bisa menolong kamu. Karena itu, kamu memerlukan asuransi, terutama asuransi kesehatan.
Selain itu, asuransi tidak harus mahal kok. Bisa mulai dari Rp30ribu-an saja per bulan seperti di Super You. Pastikan kamu mengecek polis asuransi supaya sesuai dengan kamu ya. Dengan begitu, kamu setidaknya sudah bisa melindungi impian-impian kamu ke depannya dan melanjutkan rencana keuangan kamu setelah mengalami risiko.
Siap mewujudkan mimpi?
Mimpi mungkin memerlukan uang yang banyak, tapi bukan berarti tidak bisa dicapai. Asalkan kamu ingin bekerja keras, merencanakan dengan baik, mempunyai penguasaan diri, dan mengantisipasi masalah sebelum datang.
Semoga dengan tips menabung ini, kamu bisa menemukan kebahagiaan dan tujuan kamu ya dalam hidup. Salam super!

0 komentar: